BLOGGERPOX5: NEWS

Situasi Kuala Lumpur Kembali Normal

http://images.detik.com/content/2011/07/09/10/demomalaysia.jpgDemonstrasi yang terjadi di sejumlah titik di Kuala Lumpur diakhiri dengan penangkapan terhadap lebih dari 1400 demonstran. Pasca penangkapan itu, situasi di ibukota Malaysia tersebut berangsur-angsur kembali normal.

Inspektur Jenderal Polisi, Tan Sri Ismail Omar mengatakan, situasi di ibukota kembali damai sejak Sabtu (9/7/2011) pukul 17.00 waktu setempat, setelah demonstran bubar.

Namun demikian, polisi masih memantau situasi di sekitar ibukota, sebelum membuka kembali barikade, untuk memastikan para demonstran tidak berkumpul kembali.

"Saya telah memerintahkan Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Datuk Amar Singh, agar melaksanakan pengawasan untuk memastikan agar demonstran tidak kembali. Kami akan menghapus barikade setelah situasi aman," kata Ismail, seperti dilansir Bernama, Sabtu (9/7/2011).

Ismail mengatakan, polisi telah menyediakan area penahanan di Pusat Pelatihan Polisi (Pulapol). Ia memastikan, para tahanan demonstran akan diperlakukan dengan baik, diberikan makanan serta perawatan medis bagi yang terluka.

Dia menambahkan, investigasi akan dilakukan sesegera mungkin dan mereka akan dibebaskan setelah hasil penyelidikan didapatkan.

"Namun, polisi belum menentukan jumlah orang yang terluka dalam insiden itu," katanya.

Sementara itu, Ismail menyayangkan, demonstrasi yang menuntut pemilu yang adil dan bersih itu telah disusupi unsur-unsur yang dipropagandai oleh kelompok reformasi yang digawangi oleh pemimpin oposisi, Datuk Seri Anwar Ibrahim .

Seperti diberitakan, para demonstran yang ditangkap juga termasuk para anggota legislatif yang terkait dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Di antara mereka yang ditangkap adalah Abdul Hadi Awang, presiden partai Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), partai oposisi terbesar di Malaysia. Ambiga Sreenivasan, pemimpin Bersih, koalisi yang mengorganisir aksi demo tersebut juga telah ditahan polisi.

| | Baca »

RS Pemerintah Perlu Akreditasi Internasional

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/05/16/0924186p.JPG
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengharapkan rumah sakit pemerintah di Tanah Air bisa meningkatkan kualitasnya agar bisa memperoleh pengakuan internasional. Saat ini baru empat rumah sakit yang memiliki akreditasi internasional dan semuanya swasta.
Rumah sakit yang mendapat akreditasi internasional itu antara lain RS.Siloam Karawaci, RS.Bintaro Tangerang, Eka Hospital Tangerang dan RS Santosa Bandung.
"Target kita sesuai dengan rencana dan strategi 2010-2014 kementrian kesehatan kita punya rumah sakit pemerintah yang diakui internasional," katanya saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan MRCCC Siloam Semanggi Jakarta (7/7).
Ia mengatakan, saat ini Kemenkes sedang mencoba mendorong dan menfasilitasi diperolehnya pengakuan internasional kepada tujuh rumah sakit pemerintah, seperti RS Cipto Mangunkusumo, RS. Sanglah Denpasar,  RSPAD Gatot Subroto, RS. Fatmawati Jakarta, RS. Dr. Sarjito Yogyakarta, RS Adam Malik, dan RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo.
"Kami mengharapkan rumah sakit ini segera menyusul mendapatkan akrediatasi internasional," jelasny

| | Baca »

Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf

http://img.antaranews.com/new/2011/02/small/20110218070542pelayananhaji111110-1.jpgPemerintah Arab Saudi telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas proses pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati binti Satubi serta menyatakan tekadnya agar hal seperti itu tidak akan terulang.

Informasi yang dihimpun ANTARA di Jakarta, Rabu, menyebutkan, permintaan maaf dan penyesalan dari pemerintah Arab Saudi tersebut disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi Abdurrahman Mohammad Amin Al Khayyat saat dipanggil Kementerian Luar Negeri pada Senin, 20 Juni 2011.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengecam proses peradilan di Arab Saudi yang tidak transparan, seperti menyangkut jadwal persidangan, pemberitahuan eksekusi maupun akses pengacara dalam proses hukum yang sangat terbatas.

Hal itu juga dialami oleh pengacara tetap KBRI di Arab Saudi dalam proses hukum Ruyati binti Satubi yang telah dieksekusi.

Sementara itu, menurut rencana, Rabu ini, Duta Besar Arab Saudi akan dipanggil kembali ke Kementerian Luar Negeri untuk diberikan surat Menlu RI kepada Menlu Arab Saudi Arabia.

Dalam surat tersebut, Menlu RI pada pokoknya menyampaikan protes Pemerintah Indonesia mengenai proses pelaksanaan hukuman atas almarhumah yang tidak transparan, serta menyampaikan tuntutan agar hal seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.

Selain itu, dalam surat tersebut Menlu RI juga meminta peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan "Mandatory Consular Notification Agreement", serta meminta agar Pemerintah Arab Saudi dapat mengembalikan jenazah Ruyati Binti Satubi ke Indonesia.

Pada Selasa (21/6) Konjen RI di Jeddah juga telah menemui pejabat Kemlu Arab Saudi wilayah barat dan telah menyampaikan kembali protes/kecaman Pemerintah RI terhadap pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati.

Selain itu, Konjen RI juga telah menyampaikan permintaan agar jenazah almarhumah Ruyati binti Satubi dapat dikembalikan ke Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kemlu Arab Saudi Arabia menyatakan keprihatinannya dan seharusnya Perwakilan RI mendapatkan notifikasi mengenai rencana pelaksanaan hukuman terhadap Ruyati.

Kemlu Arab Saudi juga memberikan perhatian khusus terhadap permintaan Pemerintah Indonesia untuk memulangkan jenazah almarhumah Ruyati.

Sedangkan terkait kasus Darsem, sebagaimana telah diputuskan oleh Pemerintah, dana diyat telah ada di KBRI Riyadh dan tim Kemlu akan berangkat pada Rabu malam ini untuk mengawal proses penyelesaian pembayaran diyat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.

| | Baca »

Pengurus Masjid Temukan Tas Diduga Bom

http://img.antaranews.com/new/2011/05/small/20110519053222terorbommagetan190511-2.gifPengurus Masjid Al Barokah, Sukisno, Kelurahan Timur Indah Kota Bengkulu sekitar pukul 06.30 WIB, panik ketika menemukan tas berwarna merah yang ia duga berisi bom.

"Tas tersebut diletakan di lemari masjid ketika saya hendak membersihkan masjid, saya langsung kaget karena tidak pernah melihat tas tersebut sebelumnya disana," katanya.

Akibat temuan ini kontan ratusan warga datang mengerumuni masjid Al-baroqah untuk melihat kejadian secara dekat.

Khawatir karena tas tersebut berisi bom atau sesuatu yang membahayakan, maka penemuan tersebut langsung ia laporkan ke Polsek Gading Cempaka.

Berselang 30 menit tim dari Polsek dan Gegana Brimobda Bengkulu mendatangi masjid, prosedur pengamanan masjid dan tas langsung dilakukan.

Setelah diselidiki tim dari Gegana, ternyata tas berwarna merah itu hanya berisikan beberapa alat kosmetik.

Kapolres Kota Bengkulu AKBP Joko Suprayitno mengatakan barang bukti tas berwarna merah dan isinya berupa alat kosmetik tersebut saat ini diamankan di Mapolres Kota Bengkulu.

"Barang bukti masih kita amankan dan saat ini kita masih mencari pemiliknya," Terang Kapolres.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Brigjend Burhanudin Andi mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.

?Lapor saja kepihak yang berwajib, dan jangan panik,? Demikian Kapolda.

| | Baca »